SHARE

Memanjakan Diri di Roger’s Salon Dago

Ada kalanya kita ingin memanjakan dan menghadiahi diri
Meluangkan waktu untuk merawat diri tanpa perlu ditemani


kursi potong rambut rogers salon dago

Akhirnya menulis juga tentang beauty…

Saya tersadar belum pernah menulis artikel tentang beauty meski beauty blogger sedang sangat populer sekarang. Sayang juga halaman kategori beauty saya kosong. Kali ini saya akan menulis tentang beauty, tepatnya hair, meski pun saya memang benar-benar awam perihal hair and beauty.

Setiap orang memiliki prioritas yang berbeda. Sejujurnya saya ke salon kalau hanya butuh potong rambut karena malas saja mengeluarkan uang mahal untuk perawatan tubuh, padahal saya royal sekali kalau beli sepatu seperti. Namun entah kenapa banyak sekali orang mengira saya tipe yang suka ke salon.

Berlebih bukanlah hal yang baik, meski saya cinta sepatu dan mengoleksinya, saya memutuskan untuk berusaha menghentikan kebiasaan saya belanja saat stres
BACA SEMBUH DENGAN BERSALAH: TERAPI RETAIL

Memanjakan diri setelah sakit dan diopname

Setelah seminggu dirawat di rumah sakit, saya merasa gerah dan ingin memanjakan diri. Biasanya salah satu cara saya memanjakan diri adalah makan di restoran favorit saya, tapi berhubung belum bisa makan macam-macam karena banyak pantangan.

view dari kamar rawat inap boromeus lantai 4
Selama seminggu dirawat di Boromeus, hanya bisa sebentar memandang ke arah jalan dan kebetulan Roger’s Salon memang ada di seberang dan terlihat menggiurkan untuk dikunjungi

Akhirnya Sabtu kemarin, saya memutuskan untuk kembali ke Roger’s Salon untuk potong rambut sekalian manicure dan pedicure.

Sebelumnya saya menelepon dan booking terlebih dahulu karena hari Sabtu saya pikir akan penuh. Ternyata hari ini tidak terlalu penuh, padahal kata pegawai-pegawai memang biasanya Sabtu merupakan hari yang ramai.

Orang-orang di Bandung rata-rata pergi ke salon mana ya?

Saya sendiri tidak punya referensi, tapi sejak awal tahun ini saya memutuskan untuk potong rambut di Roger’s Salon Dago. Awalnya karena saya terlalu malas ke salon, padahal rambut bagian bawah saya pecah-pecah sehingga kusut setiap harus menyisir.

Konsekuensi perm rambut: kering dan pecah-pecah

Akibat dua kali di perm, rambut saya jadi pecah-pecah. Dulu saya iseng perm/keriting rambut supaya rambut lebih mengembang dan lebih kering karena rambut saya lurus, halus, dan mudah lepek karena berminyak.

sebelum potong rambut di rogers salon dago
Tanpa make up dan dengan rambut lepek sebelum potong rambut

Rambut saya yang awalnya berminyak sekarang jadi kombinasi berminyak di bagian atas namun kering dan pecah-pecah di bagian bawah. Memang seharusnya jika rambut di-apa-apa-in, seharusnya melakukan treatment yang khusus, tapi saya dasarnya memang terlalu malas mengurus rambut mau pun kecantikan.

Untuk pemalas: cari salon yang dekat rumah

Sudah lama saya tahu tentang Roger’s Salon tapi saya selalu tidak yakin kesana karena memang sepengetahuan saya salon tersebut eksklusif sehingga tentunya akan lebih mahal daripada salon langganan saya sebelumnya.

Interior ruang tunggu Roger's Salon Dago
Interior ruang tunggu Roger’s Salon Dago

Kebetulan Roger’s Salon Dago dekat dengan rumah, jadi saya pikir sudahlah ke sana saja. Sebelumnya saya sudah tanya teman saya yang berlangganan disana juga katanya memang bagus potongan rambutnya. Saya sendiri tidak pernah ganti model potongan rambut dari kecil, jadi lebih cuek tentang memilih siapa yang memotong rambut.

Pengalaman pertama di Roger’s Salon Dago

Akhirnya bulan Januari lalu, saya memutuskan untuk potong rambut di Roger’s Salon Dago dan ternyata saya merasa nyaman serta cocok.

Menu Service Roger's Salon Dago
Menu Service Roger’s Salon Dago

Harga potong rambut disana relatif lebih mahal dari salon umumnya di Bandung, begitu juga dengan manicure dan pedicure. Namun dibandingkan salon-salon di Jakarta, saya merasa harganya masih cukup standar.

Desain Interior dan Arsitektur Roger’s Salon Dago

Walaupun sudah pensiun diri dari dunia arsitektur, tapi tetap saja saya selalu tertarik memerhatikan desain interior mau pun arsitektur tempat yang saya kunjungi.

interior rogers salon dago

Roger’s Salon Dago memiliki desain interiornya yang enak dipandang, nyaman, mewah, dan eksklusif. Saya suka sekali dengan desain fasad (tampilan muka bangunan) yang menonjolkan elemen kayu, batu, dan sentuhan tanaman hijau yang sederhana.

fasad rogers salon dago

Sepertinya memang target market mereka adalah menengah ke atas. Ada ruangan VIP dengan membayar kalau tidak salah sekitar 55 ribu yang bisa untuk dua orang. Katanya ada TV dan juga bisa merokok.

Manicure dan Pedicure

Bagi saya yang bukan orang yang memprioritaskan beauty treatment, awalnya merasa sungkan untuk mengeluarkan uang banyak hanya untuk mengurus kuku. Tapi saya pikir, tidak apalah sekali-kali.

alat-alat manicure pedicure rogers salon dago

Ternyata ada dua pilihan manicure dan pedicure yang disediakan Roger’s Salon, memakai Gehwol atau Artav. Produk Gehwol lebih mahal karena katanya lebih bagus kualitasnya. Akhirnya saya memilih produk gehwol untuk manicure, dan Artav untuk pedicure namun versi Cool feet Aromatheraphy.

Artav Cool feet Aromatheraphy pedicure rogers salon dago

Menjadi ratu selama satu setengah sejam

Akhirnya saya di manicure dan pedicure sambil dipotong rambut. Untuk saya yang jarang melakukan hal ini rasanya aneh, memang seperti ratu dalam satu setengah jam.

keramas di rogers salon dago

Hair stylist pilihan saya adalah Mas Heru, saya suka dengan ketelatitenan dan ketelitiannya. Ia pun ramah serta stylish.

potong rambut manicure pedicure di rogers salon dago

Sedangkan yang merawat kuku saya adalah Mbak Sani yang sangat ramah. Saya terkadang memang mani pedi tetapi mencari yang murah, tapi memang ada harga ada kualitas…

pedicure di rogers salon dago

Kali ini manicure dan pedicure sangat terasa nyaman. Ia selalu memastikan jika saya kesakitan atau tidak, karena ternyata katanya kulit saya tergolong tipis, gampang merah-merah.

proses manicure rogers salon dago

Hasil manicure, pedicure, dan potong rambut

Sejujurnya saya sangat puas dengan pelayanan yang diberikan dan hasil yang saya dapatkan. Semua karyawan sangatlah atentif, ramah, dan mau menjawab segala pertanyaan kita.

hasil potong rogers salon dago
Tadinya ingin memangkas habis rambut pecah-pecah, tapi saya masih ingin rambut bisa diikat jadi saya cuma berani potong sependek ini.
hasil pedicure rogers salon dago
Ini hasil pedicure di Roger’s Salon Dago. Kuku saya terlihat basah karena diberi vitamin
hasil manicure roger salon dago
Ini hasil manicure di Roger’s Salon Dago. Kebetulan karena memainkan alat musik kuku saya memang tidak pernah panjang

Member di Roger’s Salon

Saya pun ditawari untuk menjadi member, dengan membayar 200 ribu yang berlaku untuk setahun dengan keuntungan diskon 20% untuk perawatan rambut termasuk meni pedi, serta 10% untuk makan di Roger’s Café, dan kartu member bisa digunakan oleh siapa pun.

Karena saya masih sungkan apakah worth it membayar member karena saya bukan orang yang sering pergi ke salon, saya pun ditawari untuk mengisi dulu form untuk member dan memutuskan ketika nanti membayar.

temporary executive member card

Saya dibantu dihitungkan jumlah jika saya menjadi member, karena kebetulan memang potong rambut sekaligus manicure dan pedicure, jika saya membayar member jatuhnya menjadi 100 ribu.

Akhirnya saya pikir ya sudah saya jadi member saja karena saya juga akan kembali potong rambut, karena ternyata masih ada sedikit sisa rambut pecah-pecah.

potong rambut di rogers salon dago
Bisa sedikit terlihat di bagian bawah rambut saya warnanya belang dan terlihat kering

Ada beberapa tipe member, saya lupa dan merasa sungkan juga jika foto menu-nya karena saya tahu menu tersebut tidak dicantumkan di situs mereka.

Seingat saya ada member khusus untuk perawatan rambut, lalu ditambah dengan perawatan lainnya. Kalau tidak salah terkait seperti treatment alis, atau laser, yang mohon maaf saya kurang mengerti karena saya tidak tertarik juga. Terakhir, ada member yang termasuk diskon untuk spa.

lobi kasir rogers salon dago
Saya suka dengan kasirnya yang sangat ramah serta informatif

Sebenarnya sangat tergoda untuk menjadi member yang termasuk spa, namun seingat saya bedanya sekitar 100-150 ribu, dan saya pikir saya juga tidak mau terlalu royal sering-sering spa sehingga saya mengambil member biasa saja.

ruang ganti rogers salon dago
Kamar mandi Roger’s Salon Dago bersih dan ruang gantinya pun cukup nyaman

Parkir di Roger’s Salon Dago

Ketika menunggu Go-Car datang, saya jadi mengobrol dengan satpam yang sangat ramah. Ia bahkan menanyakan kendaraan jemputan saya untuk membantu mengecek jika sudah datang. Kebetulan memang hari ini sedang hujan.

lahan parkir rogers salon dago

Lahan parkir Roger’s Salon Dago tidak terlalu luas, namun mereka menawarkan jasa valet jika kita membawa mobil. Saya menanyakan hal tersebut karena cukup khawatir juga pusing memikirkan parkir jika kesana membawa mobil.

Saya sendiri belum sempat naik ke atas untuk mencoba makanannya, tapi sepertinya selanjutnya saya akan berkunjung, mumpung sudah ada diskon juga jika makan disana. Kata pegawainya, kafenya memang laku, saya sering sekali mendengar orang-orang berkumpul disana.

Promo Roger’s Salon

Hari itu sangat macet karena ada Hijab Fest 2019 di Sabuga, jadi Go-Car pun tak kunjung datang. Akhirnya saya juga ada kesempatan melihat-lihat dan jika memang kamu tertarik kesana tapi tidak tertarik menjadi member, ada beberapa promo yang sedang berlangsung seperti cashback 5% OVO, dan cicilan 0% atau diskon 10% all treatment untuk pengguna kartu debit mau pun kredit mandiri.

Kalau mau mengetahui info tentang Roger’s Salon lebih lengkap, dapat melihat di website resmi mereka.

toilet rogers salon dago
Selamat tinggal rambut panjang! Setelah potong rambut rasanya sangat ringan seperti ada beberapa kilogram yang hilang

Apakah kamu termasuk orang yang sering nyalon dan tertarik untuk mencoba beauty treatment di Roger’s Cafe? Biasanya kamu kemana kalau pergi ke salon?

Jangan lupakan tips

Bagi saya memberikan tips adalah hal yang wajib dilakukan jika memang merasa puas dengan pelayanan. Jika kita memang mampu pergi membayar perawatan, tidak ada ruginya untuk menyediakan sedikit uang untuk tips kepada orang-orang yang berjasa memberikan kita pelayanan.

Banyak profesi yang tidak mendapatkan gaji besar dan memang mengandalkan pemasukan dari tips yang jumlahnya tentu sesuai kesukarelaan kita.

Mari berbagi pendapatmu dengan menulis kolom komentar di bawah ini dan Subscribe untuk mengikuti cerita terbaru! Jika menurumu artikel ini bermanfaat, saya akan sangat bahagia dan berterima kasih jika kamu juga mau membagikannya di sosial mediamu! 🙂


Ternyata memang sesekali memanjakan diri dengan cara merawat kecantikan fisik diri bisa membuat membuat nyaman hati, pikiran, dan memberikan kebahagiaan tersendiri…



Daripada menyesal karena membuang uang untuk barang yang tidak berguna, lebih baik mengisi lemari pakaian dengan wardrobe essentials. Aksesoris dan pakaian yang wajib dimiliki wanita dan perempuan Indonesia tentu berbeda dengan negara lainnya.


Leave a Reply

6 Comments on "Memanjakan Diri di Roger’s Salon Dago"

avatar
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Lika
Guest

Potong rambut disana harganya berapa teh?

Dwi
Guest

Aku selalu bingung kalo mau kasi tips karena takutnya malah menyinggung si stylist ataubmba yg urusin pas hair spa 🙁
Kira2 brp yah kalo kita mau kasi tips? Trus kasinya ke siapa aja?

nano
Guest

salonnya kelihatan ekslusif , treatment kecantikan paling favorit di sana apa aja ya ka?

Follow Us on Instagram

Follow us on Instagram and add #iwearmystories to share your stories with us

Keep Yourself Updated with The Unheard Stories

What's Your Email?