All posts by Fiola

10 Pengalaman Pertama ke Luar Negeri

setiap pengalaman dapat dimaknai sebagai pengalaman pertama,
mengukirkan makna, memberikan pesan, menghadirkan kesan,
melahirkan inspirasi, membuka wawasan, melahirkan harapan,
menumbuhkan rasa, menghadiahkan kenangan
tersendiri


Saya ingin berbagi kisah tentang 7 pengalaman pertama saya ketika traveling ke luar negeri, dari mulai pertama kali pergi, pertama kali pergi sendiri, sampai pertama kali pergi ke luar negeri karena stres.

Setelah sebelumnya berkontemplasi tentang tujuan dan makna traveling, kali ini saya menulis artikel mengenai kilas balik berbagai pengalaman saya ke luar negeri yang secara personal mengembangkan pandangan, cita-cita, tujuan, serta makna traveling bagi saya.

Berhubung banyak foto yang lama dan hanya tersisa di Facebook karena sebagian besar file aslinya hilang 🙁 dengan tanpa daya dan  masa bodo, saya upload foto-foto dengan resolusi rendah di artikel ini.

Pengaruh masa kecil dan keluarga

Sejak kecil saya memang suka traveling karena orang tua saya rutin pergi jalan-jalan sekeluarga ke pantai, puncak, atau pun pusat rekreasi seperti Dufan dan Taman Mini. Selain itu, ada beberapa keluarga saya, termasuk orang tua, yang mendapat beasiswa untuk kuliah di luar negeri.

Papa saya mendapat beasiswa S2 ke Inggris sedangkan Mama saya pernah tinggal beberapa tahun di Prancis, Jepang, dan juga Australia karena pertukaran pelajar atau pun untuk melakukan studi. Ibu saya selalu menceritakan pengalaman tak terlupakan ketika hidup di luar negeri.

Bagaimana tidak merasa iri? Saya pun termotivasi untuk bisa pergi dan mencoba tinggal di luar negeri seperti keluarga saya. Lalu ia pun bilang, saya harus mulai menyiapkan diri untuk mencoba pertukaran pelajar nanti ketika SMA.

1. Pengalaman pertama ke luar negeri

Bersama keluarga menghadiri pesta pernikahan Om di Singapura

Pengalaman pertama saya ke luar negeri adalah ke Singapura bersama keluarga besar selama tiga hari, saat kelas 5 SD karena om saya menikah dengan orang Singapura. Hal berkesan selain jalan-jalan dan melihat tempat baru dengan suasana yang sangat berbeda, menghadiri acara persiapan dan resepsi  pernikahan Om yang sungguh berbeda dengan adat di Indonesia.

Meski pun masih kecil, cukup banyak memori yang tak terlupakan walau pun kian lama kian buram. Saya ingat bertanya-tanya kepada Mama saya, “kenapa semua orang harus satu persatu secara bergiliran harus berlutut dan minum teh?” Ternyata itu adalah acara Teapai dan mereka sedang melakukan prosesi minum teh.

Saya baru tersadar setelah menulis ini, ini adalah pengalaman pertama saya belajar budaya bangsa dan negara lain lewat traveling.Pengalaman ini juga memicu ketertarikan saya memerhatikan dan menghargai budaya lain.

2. Pengalaman pertama ke luar negeri dan hidup disana sendiri

Mengikuti pertukaran pelajar ke Amerika selama setahun

Ketika SMA dulu, saya beruntung dapat terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar Rotary ke Amerika.  Banyak yang mencecar mama saya dan menganggap ia terlalu tega membiarkan anaknya berkelana sendiri ke negeri yang sangat jauh. Namun, terima kasih ya Mam, saya tidak menyesal!!!

pengalaman pertama ke luar negeri sendiri dan hidup di Amerika

Pengalaman hidup di Amerika, tinggal bersama keluarga orang Amerika dan juga menjalani masa SMA di Amerika merupakan hal berharga yang tidak pernah bisa saya lupakan. Momen berharga tersebut berpengaruh besar terhadap sikap, pola pikir, preferensi, dan karakter saya.

Meski pun apa yang didapat tinggal di negara lain sangatlah berbeda dengan traveling. Pengalaman ini melahirkan cita-cita saya untuk dapat traveling menjelajahi negara-negara di dunia.

Baca lebih lengkap…

3. Pengalaman pertama ke luar negeri bersama teman:

Jalan-jalan artsy ke Singapura selama tiga hari

Akhirnya saya bisa kembali ke luar negeri, kali ini bersama teman kuliah saya ke Singapura. Rasanya sungguh berbeda jika pergi dengan keluarga dan menyenangkan. Selain merasa lebih bebas, saya bisa merencanakan kegiatan dan tujuan perjalanan yang lebih sesuai dengan umur saya.

pengalaman pertama ke luar negeri sendiri bersama teman

Saya pun harus bisa menyesuaikan budget terbatas dari tabungan dan uang jajan diberikan orang tua, karena saat itu kami belum bekerja. Kebetulan karena kami merupakan mahasiswa arsitektur, jadi destinasi utama kami adalah melihat arsitektur dan desain interior yang menarik.

Itu adalah pertama kalinya saya menyadari bahwa traveling dapat menunjukan sifat orang sesungguhnya dan partner berpergian sangat mempengaruhi kenyamanan ketika traveling. Selain itu juga, saya benar-benar merasakan manfaat karyawisata karena saya melakukannya bersama teman-teman sambil jalan-jalan. Banyak hal terkait arsitektur dan interior yang lebih saya pahami dan melekat di otak karena perjalanan ini.

4. Pengalaman pertama ke luar negeri untuk bermusik

Mengikuti festival musik internasional di Jerman selama dua minggu

Saya kembali mendapat kesempatan untuk pergi ke Eropa untuk mengikuti sebuah International Music Festival di Jerman. Harus tampil dan bermain bersama orang luar negeri yang memiliki kemampuan jauh di atas saya membuat saya sangat gelisah dan ketakutan.

pengalaman pertama ke luar negeri untuk bermusik

Namun, itu pertama kalinya saya menyadari bahwa apa yang kita tulus lakukan terus menerus dengan perjuangan yang sungguh-sungguh, dapat memberikan peluang berharga yang tak terduga.

Jika saya tidak dipaksa mama saya belajar musik, saya mungkin tidak akan pergi pertukaran pelajar ke Amerika, dan tidak akan pernah mendapatkan kesempatan bermain musik bersama orang dari berbagai negara di luar negeri.

Namun saya hanya berada disana untuk bermain musik, tidak bisa jalan-jalan terlalu banyak. Karena itu, saya jadi ingin sekali kembali ke Eropa namun sekaligus menjelajahi berbagai negara. Sepulangnya dari Jerman, saya dan seorang sahabat saya pun berjanji untuk jalan-jalan keliling Eropa berdua dengan uang sendiri setelah kami sudah bekerja.

5. Pengalaman pertama ke luar negeri bersama keluarga pacar

Pergi jalan-jalan ke Inggris selama sepuluh hari

Beberapa tahun kemudian, saya beruntung untuk pergi kembali ke Eropa, kali ini ke Inggris bersama pacar (sekarang mantan) saya dan keluarganya. Saya memang sangat dekat keluarga mantan saya sehingga saya pun diajak oleh mereka untuk pergi ke Inggris.

pengalaman pertama ke luar negeri bersama keluarga pacar ke inggris

Itu pertama kalinya saya benar-benar merasakan memiliki keluarga tanpa perlu memiliki hubungan darah. Selayaknya keluarga, memang bisa terjadi drama atau pun pertikaian sehingga dibutuhkan usaha untuk saling mengerti. Namun, ketika berhasil, sebuah hubungan bisa terasa lebih erat daripada dengan keluarga yang berhubungan darah, yang tidak terlalu saya kenal atau sering temui.

6. Pengalaman pertama ke luar negeri berdua bersama pacar

Pergi berdua ke Doraemon Expo di Malaysia selama tiga hari

Karena saya memang pecinta Doraemon, mantan saya rela menemani saya pergi ke Malaysia untuk menghadiri Doraemon Expo (yang ternyata hadir ke Indonesia setahun sesudahnya).

pengalaman pertama ke luar negeri bersama pacar ke doraemon expo di malaysia

Saat itu saya baru pertama kali pergi berdua bersama pacar, saya makin menyadari lagi memang lebih mudah mengetahui kecocokan terhadap seseorang jika pergi traveling, apalagi jika hanya pergi berdua.

7. Pengalaman pertama ke luar negeri dengan uang sendiri

Menjelajahi Australia bersama rekan kantor selama dua minggu

Salah seorang rekan kerja saya, seorang traveler yang sudah banyak berpergian ke luar negeri dan mengelilingi Indonesia, menemukan tiket promo ke Australia mengajak saya pergi ke Australia karena sedang ada promo tiket murah.

Pergi berdua lebih murah dibandingkan pergi sendiri karena memang banyak hal yang bisa dibagi, seperti makanan yang banyak atau pun akomodasi. Saya juga tersadar nyamannya berpergian dengan seseorang yang memiliki prioritas dan pengalokasian dana yang sama terutama jika pergi ke destinasi yang cukup mahal dengan waktu yang cukup lama.

pengalaman pertama ke Australia dengan uang sendiri

Itu adalah pertama kalinya saya pergi ke luar negeri menggunakan uang sendiri dan bersama seseorang yang bukan merupakan teman dekat yang sudah saya kenal.

Meski sifat kami sangat berbeda dan mungkin bukan yang termasuk sangat kompatibel, kami banyak memiliki ketertarikan yang sama. Namun, kenyamanan traveling masih bisa didapatkan meski pun memiliki perbedaan yang berpotensi menimbulkan konflik, jika semua pihak memiliki toleransi yang tinggi.

8. Pengalaman pertama ke luar negeri karena pekerjaan

Menghadiri pengenalan produk di Singapura selama dua hari

Saya mendapat kesempatan ke Singapura menjadi perwakilan kantor saya, sebenarnya hanya untuk dua hari, namun untungnya bos saya menyetujui ketika saya memohon untuk memperpanjang waktu disana. Pergi ke luar negeri karena pekerjaan memiliki keuntungan dari segi dana, karena biaya makan, akomodasi seperti transportasi dan penginapan ditanggung.

pengalaman pertama ke luar negeri untuk pekerjaan

Terlebih lagi jika kantormu sudah memiliki reputasi baik, transportasi dan penginapan yang didapat pun juga akan sangat nyaman. Contohnya seperti penerbangan menggunakan pesawat seperti garuda, makan di restoran terkemuka yang cukup mahal, dan hotel pun minimal bintang 4. Apalagi jika menjadi bos… mendapat kelas bisnis dan penginapan bintang 5.

Namun, biasanya (kecuali yang beruntung) jika traveling karena pekerjaan, kita tidak memiliki waktu berjalan-jalan, kalau pun iya, sulit untuk dapat fokus menikmatinya. Saya pun masih membawa laptop dan standby HP untuk menangani klien dll.

9. Pengalaman pertama ke luar negeri karena stres

Pergi ke Singapura untuk melepas stres

Kerja di ibu kota dengan tanggung jawab yang besar sambil menghadapi masalah pribadi membuat saya sangat stres. Akhirnya saya pun jadi merasa membutuhkan suasana baru, tempat, dan sejenak waktu untuk pergi refreshing, serta melepas diri dari rutinitas.

Singapura menjadi pilihan saya, selain karena dekat dan familiar, sahabat saya pindah untuk bekerja disana sehingga saya pun sekalian berkunjung. Ketika hari biasa, saya hanya berjalan-jalan saja ke tempat yang cukup random, atau sekedar untuk jogging. Karena saya sudah berkali-kali ke Singapura sehingga tidak merasa perlu pergi ke tempat turis.

pengalaman pertama ke luar negeri karena strejpg

Saya dapat melepas stres, mendapatkan kenyamanan, ketenangan, dan kebahagiaan dari traveling. Rasa nyaman tersebut menggoda untuk melakukannya kembali, memicu saya untuk kembali traveling untuk melepas stres.

Untungnya saya tidak mudah untuk mendapat izin cuti di kantor, sehingga saya tidak bisa pergi terlalu sering dan jadi kecanduan. Namun, pada akhirnya saya menyadari, traveling dapat melepas stres, namun hanya sementara. Jika terlalu sering, traveling akan menjadi sama saja dengan kabur dari masalah. Masalah pun tidak akan selesai ketika pulang.

10. Pengalaman pertama ke luar negeri untuk keliling Eropa sebulan:

Mewujudkan janji dan impian bersama sahabat keliling Eropa

Akhirnya 5 tahun sejak saya dan sahabat saya berjanji untuk keliling Eropa, kami telah bekerja dan berhasil menabung mengumpulkan uang untuk pergi ke Eropa selama 28 hari. Gaji yang saya tabung nyaris habis, namun itu merupakan traveling terlama yang pernah saya lakukan dan juga pengalaman tak terlupakan.

pengalaman pertama keliling eropa sebulan

Perjalanan tersebut, menjadi salah satu cinderamata terindah yang saya miliiki. Saya dapat merasa sangat bersyukur kepada Tuhan yang melindungi dan mengizinkan perjalanan itu terjadi, yang memudahkan saya untuk menghargai diri dan kerja keras yang telah dilakukan selama ini, yang mempertemukan saya dengan seorang sahabat yang bisa menjadi partner traveling tercocok.

Tidak pernah terlintas di benak saya untuk mampu jalan-jalan ke Eropa selama sebulan dan benar-benar menepati janji dari mimpi saya bersama sahabat saya. Sangat terasa jika segala sesuatu diperbolehkan terjadi, maka terjadilah…

Ingin semuanya lebih bermakna dan mudah disyukuri

Ada lagi pelajaran yang paling bermakna… Setelah berhasil pergi sebulan ke Eropa, saya terus berpikir tentang hidup. Perjalanan ini menyadarkan saya bahwa uang atau pun traveling bukanlah segalanya… Jika mengejar sesuatu yang terlalu duniawi, akan selalu terlintas di benak, “ini sudah… lalu apa?”

Saya senang dengan “lalu apa?” karena pertanyaan tersebut membuat saya untuk terus maju dan berusaha berkembang selama masih hidup. Namun pertanyaan tersebut sekaligus dapat menghadirkan rasa haus akan pencapaian. Jika lengah dalam menjaga kesadaran diri atau tidak mampu untuk mengontrol rasa haus tersebut, saya malah takut merasa kesulitan untuk merasa bersyukur.

Kontemplasi makna dan tujuan traveling

Pengalaman traveling dan hidup yang saya jalani sampai saat ini mengembangkan cita-cita saya terkait traveling. Yang sebelumnya sekedar ingin menjelajah dunia, berkembang menjadi ingin traveling menjelajahi dunia untuk dapat terus belajar, berkembang, serta mensyukuri segalah sesuatu yang telah diciptakan oleh Tuhan.


Semua semakin terlihat jelas setelah mengambil waktu untuk merasa

Kontemplasi Makna dan Tujuan Traveling

Seiring waktu berjalan, manusia berkembang dan kerap menggeser makna…


Sekarang banyak sekali artikel terkait traveling seperti: mengapa traveling, alasan untuk traveling, manfaat traveling, tips traveling, cerita saat traveling, dsb. Namun…

Pernah tidak, terlintas di pikiranmu, apa latar belakang orang-orang yang memutuskan untuk jalan-jalan sebelum internet dan sosial media populer?

Sekarang, traveling sudah menjadi hal yang lumrah dan menjadi cita-cita mau pun kebutuhan banyak orang. Mungkin sosial media dan internet sangat berpengaruh terhadap fenomena tersebut. Jika melihat isi post teman, selebritis, mau pun selebgram yang sering jalan-jalan, wajar saja kita merasa ngiler untuk pergi.

Saat saya kecil dan pertama kali traveling, tidak ada promo murah untuk pesawat, teknologi belum secanggih ini, tidak semua orang punya HP, apalagi yang bisa browsing dan berkamera.

 

Ketika saya kuliah dan pertama kali jalan-jalan bersama teman pun, saya merasakan lebih sulit dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mencari informasi. Belum banyak artikel informatif yang dapat memudahkan kita menyiapkan diri traveling atau mengetahui tempat-tempat tersembunyi yang menarik untuk dikunjungi.

Mencari artikel tentang tujuan traveling di Google

Saya mencari lewat Google dan mengetik tujuan traveling.

screenshot hasil pencarian di google tujuan traveling

Ketika mengetik tujuan traveling, di halaman pertama Google, hanya 2 dari 10 artikel yang menuliskan tentang tujuan traveling. Lalu saya pun berpikir, mungkin saya salah menulis kata kunci, dan saya pun menggantinya menjadi tujuan jalan-jalan.

screenshot hasil pencarian di google tujuan jalan-jalan

Ternyata sama saja… Hanya 2 dari 10 artikel yang menuliskan tentang tujuan traveling. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari tujuan jalan-jalan dengan menggunakan bahasa Inggris.

screen capture purpose of travel in Google
Ternyata halaman pertama menampilkan semua artikel yang relevan terkait tujuan traveling

Hasil ini membuat saya terkejut dan saya pun jadi bertanya-tanya…

Bukankah tujuan search engine adalah membantu memberikan jawaban dari pertanyaan yang orang berikan? Secara logika saya, Google atau search engine mana pun akan berusaha untuk selalu menampilkan artikel paling relevan untuk kata kunci spesifik yang kita cari.

Wae Rebo Village, Manggarai, East Nusa Tenggara
Desa Wae Rebo Village, Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
FOTO OLEH: ASEP, TOUR GUIDE KEMANA LAGI 

Jika demikian, apakah berarti orang Indonesia lebih butuh untuk mengetahui manfaat dibandingkan tujuan traveling?

Perubahan cara pandang traveling

Pada tulisan ini, saya hanya ingin berkontemplasi, mengeluarkan isi kepala serta saling berbagi. Sejujurnya awalnya saya ingin menulis artikel berjudul “Mengapa Mulai Memutuskan untuk Jalan-Jalan?” yang berisi tentang perjalanan saya sampai akhirnya menyukai traveling, namun berbelok jauh.

Yuk, coba baca sebuah artikel di Kompas.com berjudul “Trinity Traveler Sebut Tujuan Traveling saat Ini Sudah Berubah.” Artikel tersebut ringan, singkat, namun bagi saya sangat menarik dan membuat saya jadi berkontemplasi.

photo bomb turis tidak mengantri foto di Pulau Padar Labuan Bajo
Ketika sedang berkunjung ke Pulau Padar, ada beberapa spot terbaik untuk mengambil foto. Saya dan teman saya pun mengantri, namun tetap saja ada yang nyelonong dan menjadi photobomb

Terasa sekali ketika saya pergi ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketika sampai di daerah turis, semua orang sibuk mengeluarkan HP untuk video snapgram atau pun foto. Saya dan teman saya biasanya hanya mengambil foto dengan cepat lalu meluangkan waktu untuk menikmati pemandangan.

Bagi saya, sayang sekali jika kita masih memiliki mata yang bisa melihat namun memilih untuk melihat keindahan dunia lewat lensa kamera.

Sedikit menggali arti kata travel

Setelah lulus kuliah dan kerja bertahun-tahun, saya jadi menyadari tata cara dan kerangka menulis isi dari tugas akhir S1 sangat membantu membentuk pola pikir saya. Pendahuluan, landasan teori, analisa, uji coba, penutup atau kesimpulan. Hihi maaf ya, jadi kembali mengingatkan untuk orang-orang yang sudah lulus, atau sekarang sedang menulis tugas akhir.

bangunan heritage de vries bandung
Saat masih kuliah arsitektur, tugas akhir saya adalah merancang sebuah gedung baru untuk teater yang dihubungkan dengan Gedung De Vries

Karena hal itu saya merasa memang penting untuk mengetahui asal usul, sejarah, landasan teori, dsb. Untuk mengetahui secara umum sejarah tentang traveling, saya jadi membaca Travel (perjalanan) di ensiklopedia digital Wikipedia.

Ternyata menariknya, secara etimologi, asal mula kata travel yang ditarik berbagai bahasa memiliki berbagai arti seperti kerja, siksaan, usaha, perjalanan, perjuangan yang mungkin terkait dengan sulitnya berpergian di masa lampau.

Wikipedia juga menyebutkan bahwa sekarang melakukan perjalanan lebih mudah karena akses serta teknologi transportasi meski tetap tergantung dengan tempat tujuan.

“There’s a big difference between simply being a tourist and being a true world traveler,” Michael Kasum

Ketika membaca kutipan tersebut, langsung terbesit dalam benak, “Waduh, saya gak mau jadi turis, saya mau jadi true world traveler! Hahaha!”

Meski tentunya ada kalanya saya berkunjung sebagai turis, seperti rela mengantri demi mendapat foto di platform 3/4 karena dari kecil saya memang pecinta Harry Potter!

Berbagai motivasi dan tujuan berwisata secara personal

Wikipedia menuliskan beberapa motivasi traveling adalah untuk kesenangan, relaksasi, eksplorasi, mengetahui budaya lain, serta meluangkan waktu personal untuk membangun hubungan interpersonal.

traveling ke eropa sebulan bersama sahabat
Pernah tidak kamu punya cita-cita dengan sahabat yang kamu kira hanya mimpi? Saya dan sahabat saya dulu bercita-cita keliling Eropa berdua dan ternyata kami berhasil mewujudkannya

Dari website Divisi Statistik PBB (The United Nation Statistics Division), saya mendapatkan PDF presentasi berjudul “Klasifikasi Tujuan Pariwisata” oleh Frankseco Yorke Statistician.

Berdasarkan referensi tersebut, ada beberapa tujuan berwisata secara personal: liburan/waktu luang/rekreasional, mengunjungi kerabat atau teman, edukasi dan pelatihan, kesehatan dan perawatan, keagamaan, belanja, transit, dll.

Kontemplasi akan Makna dan Tujuan Traveling

Menulis artikel ini, serta membaca rtikel Hipwee yang berjudul “Percuma Jalan-Jalan Kalau Tidak Ada Tujuannya,” juga sangat menampar dan membantu saya untuk kembali berkontemplasi tentang tujuan serta makna traveling bagi diri saya sendiri.

Terkadang saya memang hanya ingin beristirahat atau menghabiskan waktu berkualitas dengan orang-orang tercinta, namun seringkali saya juga memang ingin belajar dan bereksplorasi. Dipikir-pikir memang sayang jika terlalu sering menghabiskan banyak uang hanya untuk merasa puas dan nyaman dalam sesaat.

Salah satu relaksasi favorit saya adalah menginap di hotel hanya sekedar untuk istirahat dan menikmati fasilitasnya, namun kendalanya adalah perlu dana yang tidak sedikit
BACA: PUTIH MENGAWALI SEBUAH AKHIR

Saya pribadi jadi termotivasi untuk lebih mengutamakan untuk menghargai waktu dengan berusaha untuk terus belajar serta mendapatkan pengalaman yang bermakna.

Sejenak berpikir kembali

Setelah artikel ini, saya berencana untuk berbagi tentang alasan dan latar belakang saya mulai memutuskan serta menyukai traveling (artikel yang awalnya saya ingin tulis namun jadi berbelok dulu ke artikel ini hehe).

pengalaman pertama melihat salju saat musim dingin di Amerika
Dulu saya pernah tinggal setahun di Amerika untuk mengikuti pertukaran pelajar, saya berkesempatan untuk jalan-jalan dan melihat salju untuk pertama kali. Itulah awal pemicu saya jadi ingin bisa traveling keliling dunia
2007. WILLIAMSPORT, PENNSYLVANIA, AMERIKA

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan dapat juga mengingatkanmu untuk memikirkan kembali makna dan tujuanmu untuk traveling. Saya cukup merasa sedih mengetahui kisah-kisah nyata orang-orang yang benar-benar memaksakan diri untuk jalan-jalan karena ingin mendapatkan foto indah yang instagramable atau bercerita di sosial media.

Myspace, sebuah media sosial yang dulunya sangat populer pun sudah beralih fungsi karena kalah pamor dengan Facebook. Tidak menutup kemungkinan Facebook mau pun Instagram pun akan menghilang suatu saat. Foto indah di Instagram pun bisa lenyap jika suatu hari.

Rasanya dulu tidak ada kebutuhan memikirkan foto yang Instagrammable, meski sudah ada sosial media seperti Friendster, Myspace dan Facebook. Ketika traveling cukup memiliki foto untuk mengabadikan memori
2011. BLACK FOREST, JERMAN

Jika ada hal yang perlu saya koreksi atau dapat ditambahkan, saya sangat senang mendapatkan saran dan masukan yang membangun!

Apa makna serta tujuan utamamu traveling? Ayo berbagi pemikiran atau pengalamanmu dengan menulis komentar di bawah ini! 🙂


Ketika masih hidup di dunia, apa yang tidak sementara?

Memanjakan Diri di Roger’s Salon Dago

Akhirnya menulis juga tentang beauty…

kursi potong rambut rogers salon dago

Saya tersadar belum pernah menulis artikel tentang beauty meski beauty blogger sedang sangat populer sekarang. Sayang juga halaman kategori beauty saya kosong. Kali ini saya akan menulis tentang beauty, tepatnya hair, meski pun saya memang benar-benar awam perihal hair and beauty.

Setiap orang memiliki prioritas yang berbeda. Sejujurnya saya ke salon kalau hanya butuh potong rambut karena malas saja mengeluarkan uang mahal untuk perawatan tubuh, padahal saya royal sekali kalau beli sepatu seperti. Namun entah kenapa banyak sekali orang mengira saya tipe yang suka ke salon.

Berlebih bukanlah hal yang baik, meski saya cinta sepatu dan mengoleksinya, saya memutuskan untuk berusaha menghentikan kebiasaan saya belanja saat stres
BACA SEMBUH DENGAN BERSALAH: TERAPI RETAIL

Memanjakan diri setelah sakit dan diopname

Setelah seminggu dirawat di rumah sakit, saya merasa gerah dan ingin memanjakan diri. Biasanya salah satu cara saya memanjakan diri adalah makan di restoran favorit saya, tapi berhubung belum bisa makan macam-macam karena banyak pantangan.

view dari kamar rawat inap boromeus lantai 4
Selama seminggu dirawat di Boromeus, hanya bisa sebentar memandang ke arah jalan dan kebetulan Roger’s Salon memang ada di seberang dan terlihat menggiurkan untuk dikunjungi

Akhirnya Sabtu kemarin, saya memutuskan untuk kembali ke Roger’s Salon untuk potong rambut sekalian manicure dan pedicure.

Sebelumnya saya menelepon dan booking terlebih dahulu karena hari Sabtu saya pikir akan penuh. Ternyata hari ini tidak terlalu penuh, padahal kata pegawai-pegawai memang biasanya Sabtu merupakan hari yang ramai.

Orang-orang di Bandung rata-rata pergi ke salon mana ya?

Saya sendiri tidak punya referensi, tapi baru mulai awal tahun ini saya memutuskan untuk potong rambut di Roger’s Salon Dago. Awalnya karena saya terlalu malas ke salon, padahal rambut bagian bawah saya pecah-pecah sehingga kusut setiap harus menyisir.

Konsekuensi perm rambut: kering dan pecah-pecah

sebelum potong rambut di rogers salon dago
Tanpa make up dan dengan rambut lepek sebelum potong rambut

Akibat dua kali di perm, rambut saya jadi pecah-pecah. Dulu saya iseng perm/keriting rambut supaya rambut lebih mengembang dan lebih kering karena rambut saya lurus, halus, dan mudah lepek karena berminyak.

Rambut saya yang awalnya berminyak sekarang jadi kombinasi berminyak di bagian atas namun kering dan pecah-pecah di bagian bawah. Memang seharusnya jika rambut di-apa-apa-in, seharusnya melakukan treatment yang khusus, tapi saya dasarnya memang terlalu malas mengurus rambut mau pun kecantikan.

Untuk pemalas: cari salon yang dekat rumah

Interior ruang tunggu Roger's Salon Dago
Interior ruang tunggu Roger’s Salon Dago

Sudah lama saya tahu tentang Roger’s Salon tapi saya selalu tidak yakin kesana karena memang sepengetahuan saya salon tersebut eksklusif sehingga tentunya akan lebih mahal daripada salon langganan saya sebelumnya.

Kebetulan Roger’s Salon Dago dekat dengan rumah, jadi saya pikir sudahlah ke sana saja. Sebelumnya saya sudah tanya teman saya yang berlangganan disana juga katanya memang bagus potongan rambutnya. Saya sendiri tidak pernah ganti model potongan rambut dari kecil, jadi lebih cuek tentang memilih siapa yang memotong rambut.

Pengalaman pertama di Roger’s Salon Dago

Menu Service Roger's Salon Dago
Menu Service Roger’s Salon Dago

Akhirnya bulan Januari lalu, saya memutuskan untuk potong rambut di Roger’s Salon Dago dan ternyata saya merasa nyaman serta cocok.

Harga potong rambut disana relatif lebih mahal dari salon umumnya di Bandung, begitu juga dengan manicure dan pedicure. Namun dibandingkan salon-salon di Jakarta, saya merasa harganya masih cukup standar.

Desain Interior dan Arsitektur Roger’s Salon Dago

Walaupun sudah pensiun diri dari dunia arsitektur, tapi tetap saja saya selalu tertarik memerhatikan desain interior mau pun arsitektur tempat yang saya kunjungi.

interior rogers salon dago

Roger’s Salon Dago memiliki desain interiornya yang enak dipandang, nyaman, mewah, dan eksklusif. Saya suka sekali dengan desain fasad (tampilan muka bangunan) yang menonjolkan elemen kayu, batu, dan sentuhan tanaman hijau yang sederhana.

fasad rogers salon dago

Sepertinya memang target market mereka adalah menengah ke atas. Ada ruangan VIP dengan membayar kalau tidak salah sekitar 55 ribu yang bisa untuk dua orang. Katanya ada TV dan juga bisa merokok.

Manicure dan Pedicure

Bagi saya yang bukan orang yang memprioritaskan beauty treatment, awalnya merasa sungkan untuk mengeluarkan uang banyak hanya untuk mengurus kuku. Tapi saya pikir, tidak apalah sekali-kali.

alat-alat manicure pedicure rogers salon dago

Ternyata ada dua pilihan manicure dan pedicure yang disediakan Roger’s Salon, memakai Gehwol atau Artav. Produk Gehwol lebih mahal karena katanya lebih bagus kualitasnya. Akhirnya saya memilih produk gehwol untuk manicure, dan Artav untuk pedicure namun versi Cool feet Aromatheraphy.

Artav Cool feet Aromatheraphy pedicure rogers salon dago

Menjadi ratu selama satu setengah sejam

keramas di rogers salon dago

Akhirnya saya di manicure dan pedicure sambil dipotong rambut. Untuk saya yang jarang melakukan hal ini rasanya aneh, memang seperti ratu dalam satu setengah jam.

potong rambut manicure pedicure di rogers salon dago

Hair stylist pilihan saya adalah Mas Heru, saya suka dengan ketelatitenan dan ketelitiannya. Ia pun ramah serta stylish.

Sedangkan yang merawat kuku saya adalah Mbak Sani yang sangat ramah. Saya terkadang memang mani pedi tetapi mencari yang murah, tapi memang ada harga ada kualitas…

pedicure di rogers salon dago

Kali ini manicure dan pedicure sangat terasa nyaman. Ia selalu memastikan jika saya kesakitan atau tidak, karena ternyata katanya kulit saya tergolong tipis, gampang merah-merah.

proses manicure rogers salon dago

Hasil manicure, pedicure, dan potong rambut

Sejujurnya saya sangat puas dengan pelayanan yang diberikan dan hasil yang saya dapatkan. Semua karyawan sangatlah atentif, ramah, dan mau menjawab segala pertanyaan kita.

hasil potong rogers salon dago
Tadinya ingin memangkas habis rambut pecah-pecah, tapi saya masih ingin rambut bisa diikat jadi saya cuma berani potong sependek ini.
hasil pedicure rogers salon dago
Ini hasil pedicure di Roger’s Salon Dago. Kuku saya terlihat basah karena diberi vitamin
hasil manicure roger salon dago
Ini hasil manicure di Roger’s Salon Dago. Kebetulan karena memainkan alat musik kuku saya memang tidak pernah panjang

Member di Roger’s Salon

Saya pun ditawari untuk menjadi member, dengan membayar 200 ribu yang berlaku untuk setahun dengan keuntungan diskon 20% untuk perawatan rambut termasuk meni pedi, serta 10% untuk makan di Roger’s Café, dan kartu member bisa digunakan oleh siapa pun.

Karena saya masih sungkan apakah worth it membayar member karena saya bukan orang yang sering pergi ke salon, saya pun ditawari untuk mengisi dulu form untuk member dan memutuskan ketika nanti membayar.

temporary executive member card

Saya dibantu dihitungkan jumlah jika saya menjadi member, karena kebetulan memang potong rambut sekaligus manicure dan pedicure, jika saya membayar member jatuhnya menjadi 100 ribu.

Akhirnya saya pikir ya sudah saya jadi member saja karena saya juga akan kembali potong rambut, karena ternyata masih ada sedikit sisa rambut pecah-pecah.

potong rambut di rogers salon dago
Bisa sedikit terlihat di bagian bawah rambut saya warnanya belang dan terlihat kering

Ada beberapa tipe member, saya lupa dan merasa sungkan juga jika foto menu-nya karena saya tahu menu tersebut tidak dicantumkan di situs mereka.

Seingat saya ada member khusus untuk perawatan rambut, lalu ditambah dengan perawatan lainnya. Kalau tidak salah terkait seperti treatment alis, atau laser, yang mohon maaf saya kurang mengerti karena saya tidak tertarik juga. Terakhir, ada member yang termasuk diskon untuk spa.

lobi kasir rogers salon dago
Saya suka dengan kasirnya yang sangat ramah serta informatif

Sebenarnya sangat tergoda untuk menjadi member yang termasuk spa, namun seingat saya bedanya sekitar 100-150 ribu, dan saya pikir saya juga tidak mau terlalu royal sering-sering spa sehingga saya mengambil member biasa saja.

ruang ganti rogers salon dago
Kamar mandi Roger’s Salon Dago bersih dan ruang gantinya pun cukup nyaman

Parkir di Roger’s Salon Dago

Ketika menunggu Go-Car datang, saya jadi mengobrol dengan satpam yang sangat ramah. Ia bahkan menanyakan kendaraan jemputan saya untuk membantu mengecek jika sudah datang. Kebetulan memang hari ini sedang hujan.

lahan parkir rogers salon dago

Lahan parkir Roger’s Salon Dago tidak terlalu luas, namun mereka menawarkan jasa valet jika kita membawa mobil. Saya menanyakan hal tersebut karena cukup khawatir juga pusing memikirkan parkir jika kesana membawa mobil.

Saya sendiri belum sempat naik ke atas untuk mencoba makanannya, tapi sepertinya selanjutnya saya akan berkunjung, mumpung sudah ada diskon juga jika makan disana. Kata pegawainya, kafenya memang laku, saya sering sekali mendengar orang-orang berkumpul disana.

Promo Roger’s Salon

Hari itu sangat macet karena ada Hijab Fest 2019 di Sabuga, jadi Go-Car pun tak kunjung datang. Akhirnya saya juga ada kesempatan melihat-lihat dan jika memang kamu tertarik kesana tapi tidak tertarik menjadi member, ada beberapa promo yang sedang berlangsung seperti cashback 5% OVO, dan cicilan 0% atau diskon 10% all treatment untuk pengguna kartu debit mau pun kredit mandiri.

Kalau mau mengetahui info tentang Roger’s Salon lebih lengkap, dapat melihat di website resmi mereka.

toilet rogers salon dago
Selamat tinggal rambut panjang! Setelah potong rambut rasanya sangat ringan seperti ada beberapa kilogram yang hilang

Apakah kamu termasuk orang yang sering nyalon dan tertarik untuk mencoba beauty treatment di Roger’s Cafe? Biasanya kamu kemana kalau pergi ke salon?

Mari berbagi pendapatmu dengan menulis kolom komentar di bawah ini dan Subscribe untuk mengikuti cerita terbaru! Jika menurumu artikel ini bermanfaat, saya akan sangat bahagia dan berterima kasih jika kamu juga mau membagikannya di sosial mediamu! 🙂