SHARE

Beres-Beres Kamar, Membenahi Diri

Ia sekarang berbeda dengan ia di detik kemudian dan selanjutnya
Waktu berjalan untuk memungkinkan segala perubahan terjadi
Akankah waktu membantunya menyadari perubahan dalam diri?


Kapan terakhir kamu beres-beres kamar?

Memiliki banyak tanggung jawab terhadap pekerjaan, keluarga, sekolah, dll., membuat kita seringkali merasa terlalu lelah untuk meluangkan waktu membenahi rumah atau pun kamar.

Kamar saya padat dengan berbagai barang dan cukup gelap karena kurang mendapat cahaya matahari. Dinding abu-abu membuat kamar saya semakin suram. Semua itu membuat saya merasa sangat sumpek setiap diam di kamar.

Berpikir di Depan Laptop takut melakukan kesalahan
Semenjak bekerja freelance, kamar saya menjadi tempat saya bekerja sehingga saya membutuhkan ruang nyaman agar tetap produktif
FOTO DARI: #iwearmystories untuk Belajar Berhenti Menghakimi Orang

Di awal Januari ini saya akhirnya pindah ke kamar yang memiliki pencahayaan lebih baik. Mumpung pindah kamar, saya memutuskan untuk membenahi kamar.

renovasi cat tembok dan beres-beres kamar tidur
Kali ini saya ingin beres-beres kamar secara total untuk menciptakan suasana baru yang nyaman

Resolusi tahun 2019: Membenahi Diri

Apa resolusimu di tahun 2019? Apa kamu masih terus berusaha untuk mencapainya?

Seperti yang telah saya ceritakan di “Putih Mengawali Sebuah Akhir,” resolusi saya adalah membangun awal yang fresh dan semua dimulai dari diri sendiri. Selama proses menjalaninya, saya merasa lebih mudah untuk beristirahat secara cukup, makan yang lebih sehat dan rutin berolahraga.

waktu luang di hotel membaca
Kebanyakan dari kita merasa memulai sebuah Tahun Baru seperti mendapatkan sebuah kesempatan untuk mebenahi diri dan melakukan hal dengan lebih baik lagi.
BACA: PUTIH MENGAWALI SEBUAH AKHIR

Perlahan-lahan orang-orang yang memberikan hal atau pengaruh negatif di hidup saya mulai menjauh dan saya didekatkan oleh orang-orang yang positif. Peluang-peluang untuk berbuat hal baik bermanfaat pun bermunculan.

Saya bersyukur sekali mendapat kesempatan untuk mengikuti program pelayanan masyarakat, kerja sama antara Singapore International Foundation dan Bandung Philharmonic.

hope learning center afghanistan refugee singapore international foundation
Bersama musisi dari Singapura, kami membantu para pengungsi Afghanistan untuk mengekspresikan perasaan secara kreatif dengan membuat komposisi musik
FOTO OLEH: SINGAPORE INTERNATIONAL FOUNDATION

Semua hal yang terjadi atau pun datang seperti sudah tersaring secara natural untuk membantu saya menjadi lebih baik. Saya pun terdorong untuk menciptakan lingkungan yang positif dan kondusif untuk diri sendiri. Lingkungan terdekat yang dapat diperbaiki adalah kamar tidur saya sendiri.

beres-beres kamar
Sudah bertahun-tahun saya mencoba beres-beres kamar, namun masih belum benar-benar menemukan cara dan pengaturan yang efektif

Saat mulai membenahi kamar, saya teringat dengan Metode KonMari  dan menjadi ingin membaca Spark Joy oleh Marie Kondo untuk menemukan inspirasi menata barang secara efektif. Sebelum membelinya, saya membaca ulasannya terlebih dahulu di GoodReads.

beres-beres mengosongkan kamar untuk pindahan
Ini adalah kamar saya sebelumnya, desain lemari ini khusus dibuat oleh desainer interior menyesuaikan kebutuhan saya

Metode KonMari oleh Marie Kondo

Metode Konmari menjadi popular dan digunakan sebagai panduan untuk membereskan rumah

Metode KonMari menginspirasi orang-orang untuk belajar hidup secara cukup serta mengutamakan kebahagiaan diri. Ulasan berbagai orang menunjukan bagaimana Metode KonMari mengubah hidup mereka.

Metode KonMari cukup berbeda dengan filosofi minimalis
Metode KonMari membuat filosofi minimalis menjadi lebih popular

Awalnya saya kira Metode KonMari adalah sekedar metode untuk beres-beres. Namun setelah membaca bukunya, ternyata metode KonMari merupakan bentuk usaha mengkonstruksi mental dalam pikiran kita untuk menjalankan hidup dengan menghargai hal-hal yang memicu kegembiraan dalam diri.

tumpukan baju dan pakaian yang berantakan
Apakah tumpukan pakaian atau kamar berantakan dapat membuatmu merasa nyaman dan bahagia?

Metode KonMari digagaskan oleh Marie Kondo, seorang konsultan ahli yang bergerak di bidang mengorganisasi dan membenahi rumah. Marie Kondo ingin kita menghargai barang-barang yang kita miliki dan menekankan kualitas dibandingkan kuantitas.

Metode KonMari tidak sama dengan filosofi Minimalis
Segala barang yang kita miliki sebaiknya berguna, indah, dan memberikan kebahagiaan

Banyak orang mengira bahwa Filosofi Minimalis sama dengan Metode KonMari, meski mirip, kedua hal itu cukup berbeda. Metode KonMari menekankan kita untuk membuang barang yang tidak dibutuhkan atau tidak membuat kita bahagia agar kita dapat menjalani hidup dengan bahagia. Sedangkan filosofi minimalis bertujuan mengurangi segala sesuatu yang dapat mendistraksi kita agar dapat lebih fokus dalam menjalani hidup.

Pro dan Kontra Metode KonMari oleh Marie Kondo

Ulasan dari orang-orang yang saya kenal dan dari internet mengungkapkan bagaimana Metode KonMari mengubah hidup mereka. Metode ini menginspirasi orang-orang untuk belajar hidup secara cukup serta mengutamakan kebahagiaan diri.

Salah seorang yang saya wawancara untuk #iwearmystories memperkenalkan saya pertama kali tentang Metode KonMari

Metode ini menimbulkan banyak pro kontra. Salah satu hal yang membuat para pecinta buku kontra dengan Metode KonMari adalah saran Marie Kondo untuk tidak menyimpan buku karena buku dianggap tidak akan dibaca kembali.

Berikut ini salah satu pendapat di Twitter yang membuat saya tertawa-tawa:

Marie Kondo juga meminta kita memeluk pakaian untuk mencari tahu apakah pakaian tersebut memberikan kita sebuah kebahagiaan. Cara tersebut banyak dicecar orang-orang, namun konsepnya membantu saya untuk fokus memilah barang mana yang perlu disimpan atau dibuang.

tumpukan selendang bermotif zebra dan batik
Saya tidak memeluk barang-barang ketika hendak memilahnya

Segala sesuatu memerlukan waktu

Mungkin kita bukannya tidak memiliki waktu, melainkan enggan untuk meluangkan waktu.

Membereskan kamar membutuhkan komitmen dan sangat menyita waktu, terutama jika punya banyak barang seperti saya. Banyak hal yang perlu dilakukan, dari mulai renovasi seperti mengecat tembok, mengganti gordin, memperbaiki plafon, mengeluarkan barang-barang yang tidak perlu sampai ke menata ulang semua perabotan.

renovasi dan beres-beres kamar membutuhkan komitmen
Beres-beres kamar membutuhkan komitmen dan tidak dapat dilakukan dalam sekejap

Marie Kondo menyarankan untuk beres-beres menyeluruh secara langsung sekaligus, mengumpulkan semua barang per kategori dan meletakannya di satu area sampai menjadi sebuah tumpukan raksasa.

tumpukan pakaian ketika beres-beres kamar
Kesibukkan yang membatasi waktu serta kapasitas diri membuat saya tidak dapat langsung beres-beres sekaligus

Metode KonMari menegaskan kita untuk fokus dan berkomitmen. Namun saya merasa jenuh jika hanya fokus beres-beres sehingga saya melakukannya sambil menonton TV. Tentunya Marie Kondo tidak akan setuju dengan apa yang saya lakukan.

beres-beres kamar sambil menonton TV acara Titan Games
Semua orang memiliki cara masing-masing dan saya merasa lebih bahagia jika beres-beres sambil menonton TV

Saya beres-beres berdasarkan kategori, dimulai dengan buku dan kertas-kertas, koleksi Doraemon, barang elektronik, lalu segala perintilan kecil seperti alat tulis, make-up, obat-obatan dll. Untuk memudahkan beres-beres, saya menyediakan box yang awalnya digunakan sebagai tempat memilah barang, kemudian untuk tempat mengumpulkan barang yang akan dibuang.

beres-beres kamar tidur
Ternyata membereskan perintilan kecil-kecil sangat melelahkan dan menyita waktu.

Jika ditotal, beres-beres kamar kali ini saya lakukan hampir dalam 2 minggu lebih. Barang saya sangatlah banyak! Sejak kecil saya memang tertarik dengan banyak sekali hal. Hobi saya sejak kecil adalah membaca buku dan mengoleksi Doraemon.

menyusun dan mengkategorikan buku-buku ketika beres-beres kamar
Buku saya sangat banyak. Meskipun sudah ada e-book, saya merasa jauh lebih nyaman dan mudah mencerna isi buku ketika membaca sambil memegang fisik buku

Mengumpulkan, membersihkan, menata ulang kembali koleksi buku dan Doraemon sudah memakan waktu yang lama. Belum lagi memilah serta menyusun lembaran partitur musik.

koleksi doraemon
Kebanyakan koleksi Doraemon saya merupakan pemberian dari orang-orang

Metode KonMari menganjurkan membereskan pakaian pertama. Menurutnya kita biasanya tidak terkait secara emosi dengan pakaian.

susunan celana warna warni
Save the best for the last! Saya tidak mengikuti urutan KonMari Metod karena ingin memilah barang yang paling saya suka, yaitu segala yang terkait dengan fashion

Saya shock ketika menyadari saya punya 80 pasang sepatu. Padahal, seperti yang saya ceritakan di Artikel, saya sudah berhenti melakukan retail terapi. Hal itu tidak akan saya sadari jika tidak beres-beres kamar.

berbagai macam koleksi sepatu desainer
Jika membaca artikel Sembuh dengan Merasa Bersalah, tentu kamu mengetahui bahwa saya suka membeli sepatu ketika stres
BACA: SEMBUH DENGAN MERASA BERSALAH

Melipat dan menegakan benda secara vertikal

Saya tidak suka melipat pakaian dan menumpuknya secara vertikal karena kita perlu mengangkat semua tumpukan pakaian yang berada di atas pakaian yang ingin kita ambil. Selain merepotkan, hal itu dapat membuat tumpukan pakaian menjadi lebih mudah berantakan, dan mendorong kita mengambil pakaian yang paling atas saja.

melipat pakaian dengan menumpuk
Menumpuk pakaian secara vertikal bagi saya sangatlah tidak efektif dan dapat memudahkan semuanya menjadi berantakan

Karena malas melipat, saya mendesain lemari pakaian dengan gantungan yang panjang. Gantungan pakaian memudahkan saya mengambil pakaian yang saya inginkan, melihat semua yang saya punya, dan tidak membuat pakaian kusut.

rak gantungan pakaian dan baju
Menggantung pakaian memiliki banyak keuntungan, namun kekurangan terbesarnya adalah memakan ruang

Salah satu Metode KonMari yang sangat terkenal adalah cara melipat pakaian secara vertikal sehingga kita bisa menyusun segala sesuatu seperti buku.

melipat celana vertikal metode konmari
Metode KonMari melipat pakaian secara vertikal membuat saya takjub karena segala macam jenis pakaian saya dapat berdiri tegak

“The best way to store is to fold and stand things vertically” —Marie Kondo

melipat pakaian vertikal metode konmari
Melipat pakaian ala Metode KonMari memudahkan saya untuk menjaga barang agar tetap rapih dan mudah melihat semua barang yang dimiliki

Setelah mencoba sistem pengorganisasian Metode KonMari, pakaian saya yang awalnya tidak muat dalam satu lemari menjadi muat semua.

Melipat pakaian dengan Metode KonMari memudahkan saya untuk melihat semua yang saya miliki dan tetap menjaganya agar tetap rapih

Beres-beres berdasarkan kategori

Hal menarik lain dari Metode KonMari selain metode melipat secara vertikal adalah penekanan untuk mengorganisasikan segala sesuatunya berdasarkan kategori, bukan lokasi.

beres-beres kamar dan menyusun buku di kamar
Ketika beres-beres buku, kita perlu menggabungkan buku yang ada di seluruh ruangan rumah

Perlu membuang yang tak perlu

Kita semua pasti memiliki barang tertentu yang ‘sayang untuk dibuang,’ seperti memorabilia yang menyimpan banyak kenangan namun sebenarnya sudah tidak digunakan lagi.

badge sekolah, benda memoribilia yang saya temukan ketika beres-beres kamar
Salah satu benda yang sulit saya buang adalah memoribilia. Seperti benda-benda yang saya miliki saat pertukaran pelajar ke Amerika dulu

Ketidaktegaan membuang barang membuat kamar semakin lama semakin padat. Seringkali kita enggan membuang baju yang belum terpakai karena berpikir “ini nanti akan digunakan.” Pada akhirnya baju tersebut tetap saja tidak dipakai.

menyusun pakaian secara horizontal
Barang yang tersususn rapi dan mudah dilihat mempermudah kita untuk mengingat barang yang kita miliki

Kita perlu tega membuang sesuatu yang sudah tidak diperlukan, bukan hanya barang, namun juga semua hal, terutama hal yang negatif. Seperti menjauhi orang-orang yang hanya senang menyakiti kita atau menerima dan tidak mengingat-ingat kembali kenangan masa lalu yang buruk.

beres-beres kamar dengan mengeluarkan baju dan menumpuknya
Ketika sedang memilah barang untuk dibuang, saya semakin sadar bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik

Pada akhirnya saya merasa cukup dengan mengambil esensi dari Metode KonMari dan mengaplikasikan segala sesuatu yang memang cocok bagi saya. Saya sendiri tidak (atau mungkin belum) merasa metode KonMari benar-benar 100% cocok untuk dengan diri saya.

lemari gantungan baju
Kebanyakan orang berhasil membuang banyak barang dan membuat ruang mereka terlihat kosong ketika mengaplikasikan Metode KonMari, namun saya masih belum bisa untuk lebih mengurangi pakaian yang telah saya miliki

Beres-beres kamar ~ beres-beres diri

Setelah berbulan-bulan menyicil beres-beres akhirnya saya bisa menikmati suasana baru di tahun baru 2019, semakin termotivasi untuk konsisten memperbaiki diri dan menata kembali hidup.

Selfhealing… bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan melakukan kegiatan yang tidak jauh dari rumah, yaitu mendekor rumah atau hunian.” —Reyne Raea

Kebetulan saya membaca artikel “Self-healing dengan Warna Favorit pada Dinding” di blog Mbak Rey ketika baru pindah kamar dan mengubah warna dinding dari abu-abu menjadi warna broken white. Saya suka memilih warna netral yang halus dan memadukannya dengan warna primer. Merah adalah warna favorit saya dan menjadi aksen untuk interior kamar tidur.

renovasi dan beres-beres kamar tidur dengan mengubah warna cat tembok
Warna broken white saya pilih agar kamar terlihat lebih terang, bersih, serta senada dengan warna dasar perabotan saya.

Memang terasa perubahan mood yang signifikan setelah mengubah warna dinding kamar saya, apalagi setelah mulai membuang barang yang tidak perlu dan menata kamar secara keseluruhan.

Saya suka memilih warna-warna netral yang halus lalu dipadukan dengan sebuah warna primer yang berani. Merah adalah warna favorit saya dan menjadi aksen untuk interior kamar tidur

Beres-beres kamar memang salah satu cara self-healing yang sangat ampuh. Menemukan segala barang, pola penataan, serta dekorasi kamar juga membantu saya untuk mengenal diri saya secara sadar dan lebih dalam.

rak gantungan baju dan tempat aksesoris
Kamar saya sekarang terang dan jauh lebih terasa luas dan membuat saya nyaman

Hampir segala sesuatu biasanya membutuhkan latihan agar kita dapat semakin mahir melakukannya. Seperti beres-beres, untuk menemukan organisasi atau penataan yang tepat bagi kamar kita, kita perlu mencoba dan terus belajar dari kesalahan sebelumnya.

susunan celana bawahan warna warni
Ternyata kebahagiaan bisa datang ketika lemari pakaian saya hanya terisi oleh benda-benda yang memang saya sukai

Memperbaiki diri, pola hidup, pola pikir, dan lingkungan sekitar seperti kamar benar-benar meningkatkan kualitas hidup saya. Saya merasa jauh lebih sehat secara fisik mau pun mental.

lemari merah kayu multi fungsi interior desain
Penataan kamar akan selalu berubah seiring dengan perubahan kepribadian serta kebiasaan kita

Bagaimana dengan pengalamanmu terkait beres-beres kamar dan rumah? Apakah kamu memiliki tips atau masukan untuk lebih mudah dalam beres-beres? Berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk beres-beres? Apa kamu juga menggunakan Metode KonMari? Ayo bagikan saran-saran dan pendapatmu melalui kotak komentar di bawah ini!


Waktu tak akan mengambil waktu untuk menyadarkannya
Tetap terus berjalan sendiri tanpa menghiraukannya
Ia akan tersadar ketika terhenti untuk mengambil waktu berpikir



Saya sedang mood memakai pakaian serba putih untuk menyambut tahun baru 2019 dengan diri yang baru. Ketahui bagaimana dan mengapa saya memadukan penampilan tersebut.


Leave a Reply

4 Comments on "Beres-Beres Kamar, Membenahi Diri"

avatar
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Sintia Astarina
Guest

Setuju bnaget dengan “segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik”. Habis ini jadi kepengin banget beres-beres kamar, terutama beresin buku. Buku di rak udah numpuk dan nggak beraturan banget. Wajib banget cari 1 hari kosong buat merapikan semuanya. Hehehe. 😀

Oktavian Kasih
Guest

Keren banget kamarnya Mbak… Rasanya jadi pengen ikutan merapikan kamar. Tapi sejak ada baby jadi sering tertunda-tunda… uhhuk.

Follow Us on Instagram

Follow us on Instagram and add #iwearmystories to share your stories with us

Keep Yourself Updated with The Unheard Stories

What's Your Email?